Kamis, 20 November 2008

HADIAH CINTA SEORANG IBU...

"Bisa saya melihat bayi saya?" pinta seorang ibu yang baru melahirkan

penuh kebahagiaan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia

membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu

itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang

ke arah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah

telinga! Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh

menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya

saja yang tampak aneh dan buruk. Suatu hari anak lelaki itu bergegas

pulang ke Rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang

menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan

tragedi. Anak lelaki itu terisak-isak berkata, "Seorang anak laki-laki

besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh." Anak lelaki itu tumbuh

dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Ia pun disukai teman-teman

sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis.

Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Ibunya mengingatkan,"Bukankah

nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lain?" Namun dalam hati

ibu merasa kasihan dengannya. Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu

dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya. "Saya

percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus

ada

seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya," kata dokter. Kemudian,

orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan

telinga dan mendonorkannya pada mereka. Beberapa bulan sudah berlalu.

Dan

tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya, "Nak, seseorang yang

tak

ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus

segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua

ini sangatlah rahasia." kata sang ayah. Operasi berjalan dengan sukses.

Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu berubah

menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari

sekolahnya. Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai

seorang diplomat. Ia menemui ayahnya, "Yah, aku harus mengetahui siapa

yang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat

sesuatu yang besar namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya."

Ayahnya menjawab, "Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati

ornag yang telah memberikan telinga itu." Setelah terdiam sesaat ayahnya

melanjutkan, "Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk

mengetahui semua rahasia ini." Tahun berganti tahun. Kedua orangtua

lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang

menyedihkan bagi keluarga itu. Di hari itu ayah dan anak lelaki itu

berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan

perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur

kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah... bahwa sang ibu tidak

memiliki telinga. "Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa

memanjangkan rambutnya," bisik sang ayah. "Dan tak seorang pun

menyadari

bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?" Kecantikan yang

sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam hati. Harta

karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada

apa yang tidak dapat terlihat. Cinta yang sejati tidak terletak pada apa

yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah

dikerjakan

namun tidak diketahui.

CERITA DARI AFRIKA

Suatu malam Saya bekerja keras untuk menolong seorang ibu di sebuah Bangsal

rumah sakit; tapi apapun yang kami lakukan, dia meninggal dan meninggalkan

bayi premature yang sangat mungil serta seorang anak perempuan usia 2 tahun

yang menangis.

Kami mengalami kesulitan untuk menjaga agar si bayi tetap hidup, karena kami

tidak punya incubator ( kami tidak punya listrik untuk menyalakan incubator), kami juga tidak punya makanan khusus bayi.

Meskipun kami tinggal di daerah khatulistiwa, di malam hari seringkali

Udara sangat dingin dan anginnya kencang.

Salah seorang muridku menaruh bayi itu dalam box dan membungkus bayi dengan

kain wol. Yang lain menyalakan api dan mengisi botol air panas.

Kemudian muridku yang mengisi botol air panas segera kembali dengan kebingungan sambil bercerita bahwa saat mengisi botol itu dan ternyata meledak (Karet mudah rusak dalam kondisi cuaca tropis)

"Dan ini adalah botol air panas terakhir kita," dia berseru.

"Oke," kataku, "taruh bayi itu didekat api dalam jarak yang cukup aman,dan tidurlah diantara bayi itu dan pintu untuk menjaganya dari angin. Tugasmu adalah menjaga bayi tetap hangat."

Siang hari berikutnya, seperti hari sebelumnya, Aku pergi berdoa dengan

beberapa anak yatim piatu yang berkumpul denganku.

Aku berikan mereka bermacam-macam saran untuk mendoakan dan bercerita pada mereka tentang bayi mungil itu.

Aku menceritakan masalah kami soal menjaga bayi supaya cukup hangat,

menyebutkan tentang botol air panas, dan bagaimana bayi itu bisa dengan

mudah meninggal bila kedinginan. Saya juga bercerita pada mereka tentang

saudara perempuannya yang berumur 2 tahun, yang menangis karena ibunya

meninggal.

Selama berdoa, seorang gadis usia 10 tahun, Ruth, berdoa dengan doa singkat

seperti anak Afrika kami.

"Tolong, Tuhan" dia berdoa, "kirim kan botol air. Tidak baik besok, Tuhan,

karena bayinya bisa mati, jadi tolong kirim sore ini."

Saat aku menarik napas dalam hati karena keberaniannya dalam berdoa, dia menambahkan, "Dan saat Engkau mengirimkan botol air itu, maukah Engkau

mengirimkan juga boneka untuk gadis kecil itu, supaya dia tahu bahwa Engkau

sungguh mengasihinya?"

Seringkali dalam doa anak-anak, aku merasa ditempatkan pada pusatnya.

Dengan sungguh-sungguh kukatakan, "Amin". Oya aku tahu bahwa Tuhan dapat melakukan segalanya, Alkitab mengatakan demikian.

Tapi pasti ada batasnya, kan?

(pikiran manusia selalu ingin membatasi kuasa Tuhan)

Dan menurutku satu-satunya jalan Tuhan dapat menjawab doa-doa kami

Yaitu jika keluargaku di Amerika mengirimi bingkisan.

Namun aku sudah tinggal selama hampir 4 tahun, dan tidak pernah, sama sekali

menerima bingkisan dari rumah. Tapi, bila sesorang mengirimi ku bingkisan,

siapa yang akan memberi botol air panas.

Sebab aku tinggal di daerah Tropis!

Menjelang sore, ketika aku sedang mengajar di sekolah pelatihan perawat, sebuah parcel dikirimkan dengan mobil didepan pintu rumahku.

Saat aku sampai di rumah, mobilnya sudah pergi, tapi disana, di beranda,

Ada dua puluh dua pon parcel yang sangat besar. Aku merasa pedih di mataku.

Aku tidak dapat membuka parsel itu sendirian, jadi aku meminta ke anak-anak

yatim piatu untuk membantuku.

Bersama-sama kami menarik talinya, dengan hati-hati membuka simpulnya.

Kami melipat kertasnya, supaya tidak menyobeknya. Kegembiraan meningkat.

Sebanyak 30 atau 40 pasang mata melihat ke dalam kardus tersebut.

Dari atas, aku mengeluarkan baju rajutan berwarna cerah.

Mata kami langsung silau melihatnya. Ada perban rajutan untuk pasien kusta, dan anak-anak mulai terlihat sedikit bosan.

Lalu ada sekotak kismis, ini bisa dipakai untuk membuat setumpuk kue kismis di akhir pekan.

Lalu, aku memasukkan tanganku lagi, aku merasa .... benarkah ini?? Aku

menariknya keluar .... yaa .... ini baru, botol air panas karet. Aku menangis terharu.

Aku tidak meminta Tuhan untuk mengirimkannya. Aku tidak percaya bahwa Dia

benar-benar melakukannya. Ruth ada di barisan depan dari anak2. Ia cepat2

maju, sambil menangis, " Jika Tuhan mengirimkan botolnya, Dia harus mengirim

bonekanya juga!"

Sambil mengobrak-abrik bagian bawah kotak, dia menarik sesuatu yang mungil,

boneka bergaun indah.

Matanya berkilau! Dia tidak pernah sangsi!

Sambil melihatku, dia berkata : " Dapatkah aku pergi bersamamu & memberikan

boneka ini kepada gadis kecil itu, supaya dia tahu, Yesus sangat mencintainya??

Ternyata parcel ini telah dipersiapkan dan dikirim 5 bulan lalu.

Di bungkus

oleh Siswa Kelas Hari Mingguku, yang mana saat mempersiapkan parcel itu,

Tuhan telah memerintahkannya juga untuk mengirimi botol air panas walaupun

di daerah Tropis. Lalu salah satu dari siswaku juga telah memberikan boneka

untuk dikirimkan ke anak Afrika - Dan itu semua terjadi 5 bulan sebelumnya,

sebagai jawaban dari doa seorang anak gadis 10 tahun untuk membawanya "sore itu"

(Yesaya 65:24)

"Maka sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya; ketika mereka sedang

berbicara, Aku sudah mendengarkannya."

(Doa 1 menit)

Doa yang mengagumkan ini kurang dari 1 menit. Ketika kamu menerima ini,

ucapkan doamu, dan segalanya dapat kau lakukan. Tidak perlu basa basi.

Hanya cukup kirimkan kepada semua orang yang kamu inginkan-tapi lakukan itu.

Doa adalah hadiah terbaik yang kita terima. Tidak perlu biaya tapi banyak untungnya.

Teruskan doamu kepada orang lain.

Bapa, aku memintamu untuk memberkati teman-temanku yang membaca tulisan ini.

Aku memintaMu untuk memberi semangat kepada para Pelayan Tuhan setiapsaat. Dimana ada kesesakan Kau berikan damai dan kemurahanMu.

Dimana ada keraguan, Kau perbaharui keyakinan untuk bekerja diantara mereka.

Di saat lelah serta letih, aku mohon supaya Engkau memberikan mereka pengertian,

bimbingan & kekuatan supaya mereka selalu belajar untuk taat kepada PimpinanMu. Dimana mereka merasa hanya diam di tempat, aku memohon kepadaMu untuk menyatakan keberadaanMu & menggambarkan pada mereka betapa indahnya bergaul akrab denganMu.

Dimana ada ketakutan & kekhawatiran, Nyatakan kasihMu dan tunjukkan kebesaranMu kepada mereka. Saat dosa menutupi mereka, nyatakan itu, dan patahkan belenggu yang melingkupi kehidupan teman2ku.

Berkati keuangan mereka, berikan mereka visi yang besar, dan angkat para pemimpin serta teman2 untuk mendukung & mendorong mereka. Berikan setiap mereka penglihatan untuk menunjukkan adanya kekuatan jahat yang ada disekitar mereka & nyatakan kekuatan di dalamMu untuk mengalahkannya.

Aku berdoa padaMu di dalam Nama Yesus.

Amin!

APAKAH TUHAN MENCIPTAKAN KEJAHATAN?

Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada?

Apakah Tuhan menciptakan kejahatan?



Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang

mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini, "Apakah Tuhan

menciptakan segala yang ada?".


Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan

semuanya". "Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi.

"Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.


Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan

menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip

kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa

berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan."


Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor

tersebut.

Profesor itu merasa mena ng dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi

dia telah membuktikan kalau Kekristenan itu adalah sebuah mitos.


Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya

bertanya sesuatu?"


"Tentu saja," jawab si Profesor


Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"


"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah

sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.


Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada.

Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan

panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua

partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita

menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.


Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?"


Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."


Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga

tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa

kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk

memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai

panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap.

Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di

ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan

ketiadaan cahaya."


Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"


Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah

kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak

perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara

tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."


Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda

salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan.

Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia

untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan

kejahatan.

Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia.

Seperti

dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari

ketiadaan cahaya."


Profesor itu terdiam.


Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.


Kisah Nyata.

Ahh...andai saja aku menyadari ini dari dulu.....

Pada suatu tempat, hiduplah seorang anak. Dia hidup dalam keluarga yang bahagia, dengan orang tua dan sanak keluarganya. Tetapi, dia selalu mengangap itu sesuatu yang wajar saja. Dia terus bermain, menggangu adik dan kakaknya, membuat masalah bagi orang lain adalah kesukaannya. Ketika ia menyadari kesalahannya dan mau minta maaf, dia selalu berkata, "Tidak apa-apa, besok kan bisa."

Ketika agak besar, sekolah sangat menyenangkan baginya. Dia belajar, mendapat teman, dan sangat bahagia. Tetapi, dia anggap itu wajar-wajar aja. Semua begitu saja dijalaninya sehingga dia anggap semua sudah sewajarnya. Suatu hari, dia berkelahi dengan teman baiknya. Walaupun dia tahu itu salah, tapi tidak pernah mengambil inisiatif untuk minta maaf dan berbaikan dengan teman baiknya. Alasannya, "Tidak apa-apa, besok kan bisa."

Ketika dia agak besar, teman baiknya tadi bukanlah temannya lagi. Walaupun dia masih sering melihat temannya itu, tapi mereka tidak pernah saling tegur. Tapi itu bukanlah masalah, karena dia masih punya banyak teman baik yang lain. Dia dan teman-temannya melakukan segala sesuatu bersama-sama, main, kerjakan PR, dan jalan-jalan. Ya, mereka semua teman-temannya yang paling baik.

Setelah lulus, kerja membuatnya sibuk. Dia ketemu seorang cewek yang sangat cantik dan baik. Cewek ini kemudian menjadi pacarnya. Dia begitu sibuk dengan kerjanya, karena dia ingin dipromosikan ke posisi paling tinggi dalam waktu yang sesingkat mungkin.

Tentu, dia rindu untuk bertemu teman-temannya. Tapi dia tidak pernah lagi menghubungi mereka, bahkan lewat telepon. Dia selalu berkata, "Ah, aku capek, besok saja aku hubungi mereka." Ini tidak terlalu mengganggu dia karena dia punya teman-teman sekerja selalu mau diajak keluar. Jadi, waktu pun berlalu, dia lupa sama sekali untuk menelepon teman-temannya.

Setelah dia menikah dan punya anak, dia bekerja lebih keras agar dalam membahagiakan keluarganya. Dia tidak pernah lagi membeli bunga untuk istrinya, atau pun mengingat hari ulang tahun istrinya dan juga hari pernikahan mereka. Itu tidak masalah baginya, karena istrinya selalu mengerti dia, dan tidak pernah menyalahkannya.

Tentu, kadang-kadang dia merasa bersalah dan sangat ingin punya kesempatan untuk mengatakan pada istrinya "Aku cinta kamu", tapi dia tidak pernah melakukannya. Alasannya, "Tidak apa-apa, saya pasti besok akan mengatakannya." Dia tidak pernah sempat datang ke pesta ulang tahun anak-anaknya, tapi dia tidak tahu ini akan perpengaruh pada anak-anaknya. Anak-anak mulai menjauhinya, dan tidak pernah benar-benar menghabiskan waktu mereka dengan ayahnya.

Suatu hari, kemalangan datang ketika istrinya tewas dalam kecelakaan, istrinya ditabrak lari. Ketika kejadian itu terjadi, dia sedang ada rapat. Dia tidak sadar bahwa itu kecelakaan yang fatal, dia baru datang saat istrinya akan dijemput maut. Sebelum sempat berkata "Aku cintakamu", istrinya telah meninggal dunia. Laki-laki itu remuk hatinya dan mencoba menghibur diri melalui anak-anaknya setelah kematian istrinya. Tapi, dia baru sadar bahwa anak anaknya tidak pernah mau berkomunikasi dengannya. Segera, anak-anaknya dewasa dan membangun keluarganya masing-masing. Tidak ada yang peduli dengan orang tua ini, yang di masa lalunya tidak pernah meluangkan waktunya untuk mereka.

Saat mulai renta, dia pindah ke rumah jompo yang terbaik, yang menyediakan pelayanan sangat baik. Dia menggunakan uang yang semula disimpannya untuk perayaan ulang tahun pernikahan ke 50, 60, dan 70. Semula uang itu akan dipakainya untuk pergi ke Hawaii, New Zealand, dan negara-negara lain bersama istrinya, tapi kini dipakainya untuk membayar biaya tinggal di rumah jompo tersebut. Sejak itu sampai dia meninggal, hanya ada orang-orang tua dan suster yang merawatnya. Dia kini merasa sangat kesepian, perasaan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.

Saat dia mau meninggal, dia memanggil seorang suster dan berkata kepadanya, "Ah, andai saja aku menyadari ini dari dulu...." Kemudian perlahan ia menghembuskan napas terakhir, dia meninggal dunia dengan air mata di pipinya.

=========================================================

Apa yang saya ingin coba katakan pada anda, waktu itu nggak pernah berhenti. Anda terus maju dan maju, sebelum benar-benar menyadari, anda ternyata telah maju terlalu jauh.

Jika kamu pernah bertengkar, segera berbaikanlah! Jika kamu merasa ingin mendengar suara teman kamu, jangan ragu-ragu untuk meneleponnya segera.

Terakhir, tapi ini yang paling penting, jika kamu merasa kamu ingin bilang sama seseorang bahwa kamu sayang dan cinta dia, jangan tunggu sampai terlambat. Jika kamu terus pikir bahwa kamu lain hari baru akan memberitahu dia, hari ini tidak pernah akan datang.

Jika kamu selalu pikir bahwa besok akan datang, maka "besok" akan pergi begitu cepatnya hingga kamu baru sadar bahwa waktu telah meninggalkanmu.

Adakah yang akan mendoakan kita?

Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan

akhirnya stroke, sudah 7malam

dirawat di RS di ruang ICU. Disaat orang-orang

terlelap dalam mimpi malam,

dalam dunia Roh seorang Malaikat menghampiri si

pengusaha yang terbaring tak

berdaya.

Malaikat memulai pembicaraan, "kalau dalam waktu 24

jam ada 50 orang berdoa buat

kesembuhanmu, maka kau akan hidup dan sebaliknya jika

dalam 24 jam jumlah yang

aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggaldunia!

"Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang .. . "

kata si pengusaha ini

dengan yakinnya.

Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan

datang 1 jam sebelum batas

waktu yang sudah disepakati.

Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali merngunjunginya;

dengan antusiasnya si

pengusaha bertanya, "apakah besok pagi aku sudah

pulih? pastilah banyak

yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya

lebih dari 2000

orang,

jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti

bukan persoalan yang

sulit".

Dengan lembut si Malaikat berkata, "anakku, aku sudah berkeliling

mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang

yang berdoa buatmu, sementara waktu mu tinggal 60 menit lagi, rasanya

mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat

kesembuhanmu".

Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha, si Malaikat menunjukkan layar

besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar

itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak

kecil, putra putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan

air mata di pipi mereka".

Kata Malaikat, "aku akan memberitahukanmu, kenapa

Tuhan rindu memberikanmu

kesempatan kedua? itu karena doa istrimu yang tidak

putus-putus berharap akan

kesembuhanmu"

Kembali terlihat dimana si istri sedang berdoa jam

2:00 subuh, "

Tuhan, aku

tau kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau

ayah yang baik! Aku

tau dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tau

dia tidak jujur dalam

bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu

hanya untuk

popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang

tidak benar dihadapanMu, tapi

Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau

titipkan pada kami, mereka

masih membutuhkan seorang ayah dan hamba tidak mampu membesarkan mereka

seorang diri." dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air

matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena

kurang istirahat".

Melihat peristiwa itu, tampa terasa, air mata mengalir

di pipi pengusaha ini.

Timbul penyesalan bahwa selama ini dia bukanlah suami

yang baik dan ayah yang

menjadi contoh bagi anak-anaknya, dan malam ini dia

baru menyadari betapa besar

cinta istri dan anak-anak padanya.

Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10

menit lagi, melihat waktu

yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha

ini, penyesalan yang luar

biasa tapi waktunya sudah terlambat ! tidak mungkin

dalam waktu 10 menit ada

yang berdoa 47 orang !

Dengan setengah bergumam dia bertanya, "apakah

diantara karyawanku,

kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak

ada yang berdoa buatku?"

Jawab si Malaikat, " ada beberapa yang berdoa buatmu

tapi mereka tidak

tulus, bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau

derita saat ini, itu

semua karena selama ini kamu arogan, egois dan

bukanlah atasan yang baik,

bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah".

Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam

ini adalah malam yang

terakhir buat dia, tapi dia minta waktu sesaat untuk

melihat anak dan siistri

yang setia menjaganya sepanjang malam.

Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang

sulung tertidur dikursi

rumah sakit dan si istri yang

kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil

memangku si bungsu.

Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si

Malaikat berkata,

"anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu ! !

kau tidak jadi meninggal,

karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam

24:00".

Dengan terheran-heran dan tidak percaya,si pengusaha

bertanya siapakah yang 47

orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan

suatu tempat yang pernah

dia kunjungi bulan lalu.

Bukankah itu Panti Asuhan ? kata si pengusaha pelan.

Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka

beberapa bulan yang lalu,

walau aku tau tujuanmu saat itu hanya untuk mencari

popularitas saja dan untuk

menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri.

Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut

membaca di koran kalau

seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di

ICU, setelah melihat

gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma

adalah kamu, pria

yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak

panti asuhan sepakat

berdoa buat kesembuhanmu.

Doa sangat besar kuasanya, tak jarang kita malas,

tidak punya waktu, tidak

terbeban untuk berdoa bagi orang lain.

Ketika kita mengingat seorang sahabat lama / keluarga,

kita pikir itu hanya

kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi

dia, mungkin saja pada saat

kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa

dari orang-orang yang

mengasihi dia.

Disaat kita berdoa bagi orang lain, kita akan

mendapatkan kekuatan baru dan kita

bisa melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang

terjadi.

Hindarilah perbuatan menyakiti orang lain...

sebaliknya perbanyaklah berdoa buat orang lain.

Hidup ini sungguh sangat singkat sekali ..

Jadikan lebih bermakna dan indah dengan segala amal

kebaikan

kita..

A lesson of love

Toshinobu Kubota, yang biasa dipanggil Shinji mengucapkan selamat tinggal kepada keluarganya di negerinya yang lama untuk mencari hidup yang lebih baik di Amerika. Ayahnya memberinya uang simpanan keluarga yang disembunyikan di dalam kantong kulit.

"Di sini keadaan sulit," katanya sambil memeluk putranya dan mengucapkan selamat tinggal. "Kau adalah harapan kami."

Shinji naik ke kapal lintas Atlantik yang menawarkan transport gratis bagi pemuda-pemuda yang mau bekerja sebagai penyekop batubara sebagai imbalan ongkos pelayaran selama sebulan. Kalau Shinji menemukan emas di Pegunungan Colorado, keluarganya akan menyusul.

Berbulan-bulan Shinji mengolah tanahnya tanpa kenal lelah. Urat emas yang tidak besar memberinya penghasilan yang pas-pasan namun teratur. Setiap hari ketika pulang ke pondoknya yang terdiri atas dua kamar, Shinji merindukan dan sangat ingin disambut oleh wanita yang dicintainya. Satu-satunya yang disesalinya ketika menerima tawaran untuk mengadu nasib ke Amerika adalah terpaksa meninggalkan Asaka Matsutoya sebelum secara resmi punya kesempatan mendekati gadis itu. Sepanjang ingatannya, keluarga mereka sudah lama berteman dan selama itu pula diam-diam dia berharap bisa memperistri Asaka.

Rambut Asaka yang ikal panjang dan senyumnya yang menawan membuatnya menjadi putri Keluarga Yoshinori Matsutoya yang paling cantik. Shinji baru sempat duduk di sampingnya dalam acara perayaan pesta bunga dan mengarang alasan-alasan konyol untuk singgah di rumah gadis itu agar bisa betemu dengannya. Setiap malam sebelum tidur di kabinnya, Shinji ingin sekali membelai rambut Asaka yang pirang kemerahan dan memeluk gadis itu.

Akhirnya,

dia menyurati ayahnya, meminta bantuannya untuk mewujudkan impiannya.

Kira-kira setahun kemudian, sebuah telegram datang mengabarkan rencana untuk membuat hidup Shinji menjadi lengkap. Pak Yoshinori Matsutoya akan mengirimkan putrinya kepada Shinji di Amerika. Putrinya itu suka bekerja keras dan punya intuisi bisnis. Dia akan bekerja sama dengan Shinji selama setahun dan membantunya mengembangkan bisnis penambangan emas.

Diharapkan,

setelah setahun itu keluarganya akan mampu datang ke Amerika untuk menghadiri pernikahan mereka. Hati Shinji sangat bahagia. Dia menghabiskan satu bulan berikutnya untuk mengubah pondoknya menjadi tempat tinggal yang nyaman. Dia membeli ranjang sederhana untuk tempat tidurnya di ruang duduk dan menata bekas tempat tidurnya agar pantas untuk seorang wanita.

Gorden

dari bekas karung goni yang menutupi kotornya jendela diganti dengan kain bermotif bunga dari bekas karung terigu. Di meja samping tempat tidur dia meletakkan wadah kaleng berisi bunga-bunga kering yang dipetiknya di padang rumput.

Akhirnya, tibalah hari yang sudah dinanti-nantikannya sepanjang hidup.

Dengan tangan membawa seikat bunga daisy segar yang baru dipetik, dia pergi ke stasiun kereta api. Asap mengepul dan roda-roda berderit ketika kereta api mendekat lalu berhenti. Shinji melihat setiap jendela, mencari senyum dan rambut ikal Asaka.Jantungnya berdebar kencang penuh harap, kemudian tersentak karena kecewa.

Bukan Asaka, tetapi Yumi Matsutoya kakaknya, yang turun dari kereta api.

Gadis itu berdiri malu-malu di depannya, matanya menunduk. Shinji hanya bisa memandang terpana. Kemudian, dengan tangan gemetar diulurkannya buket bunga itu kepada Yumi. "Selamat datang," katanya lirih, matanya menatap nanar.

Senyum tipis menghias wajah Yumi yang tidak cantik.

"Aku senang ketika Ayah mengatakan kau ingin aku datang ke sini," kata Yumi, sambil sekilas memandang mata Shinji sebelum cepat-cepat menunduk lagi.

"Aku akan mengurus bawaanmu," kata Shinji dengan senyum terpaksa.

Bersama-sama mereka berjalan ke kereta kuda. Pak Matsutoya dan ayahnya benar. Yumi memang punya intuisi bisnis yang hebat. Sementara Shinji bekerja di tambang, dia bekerja di kantor. Di meja sederhana di sudut ruang duduk, dengan cermat Yumi mencatat semua kegiatan di tambang. Dalam waktu 6 bulan, asset mereka telah berlipat dua. Masakannya yang lezat dan senyumnya yang tenang menghiasi pondok itu dengan sentuhan ajaib seorang wanita.

Tetapi bukan wanita ini yang kuinginkan, keluh Shinji dalam hati, setiap malam sebelum tidur kecapekan di ruang duduk. Mengapa mereka mengirim Yumi?

Akankah dia bisa bertemu lagi dengan Asaka? Apakah impian lamanya untuk memperistri Asaka harus dilupakannya? Setahun lamanya Yumi dan Shinji bekerja, bermain, dan tertawa bersama, tetapi tak pernah ada ungkapan cinta.

Pernah sekali, Yumi mencium pipi Shinji sebelum masuk ke kamarnya. Pria itu hanya tersenyum canggung. Sejak itu, kelihatannya Yumi cukup puas dengan jalan-jalan berdua menjelajahi pegunungan atau dengan mengobrol di beranda setelah makan malam.

Pada suatu sore di musim semi, hujan deras mengguyur punggung bukit, membuat jalan masuk ke tambang mereka longsor. Dengan kesal Shinji mengisi karung-karung pasir dan meletakkannya sedemikan rupa untuk membelokkan arus air. Badannya lelah dan basah kuyup, tetapi tampaknya usahanya sia-sia.

Tiba-tiba Yumi muncul di sampingnya, memegangi karung goni yang terbuka.

Shinji menyekop dan memasukkan pasir kedalamnya, kemudian dengan tenaga sekuat lelaki, Yumi melemparkan karung itu ke tumpukan lalu membuka karung lainnya. Berjam-jam mereka bekerja dengan kaki terbenam lumpur setinggi lutut, sampai hujan reda. Dengan berpegangan tangan mereka berjalan pulang ke pondok. Sambil menikmati sup panas, Shinji mendesah, "Aku takkan dapat menyelamatkan tambang itu tanpa dirimu. Terima kasih, Yumi."

"Sama-sama,"

gadis itu menjawab sambil tersenyum tenang seperti biasa, lalu tanpa berkata-kata dia masuk ke kamarnya.

Beberapa hari kemudian, sebuah telegram datang mengabarkan bahwa Keluarga Matsutoya dan Keluarga Kubota akan tiba minggu berikutnya. Meskipun berusaha keras menutup-nutupinya, jantung Shinji kembali berdebar-debar seperti dulu karena harapan akan bertemu lagi dengan Asaka. Dia dan Yumi pergi ke stasiun kereta api. Mereka melihat keluarga mereka turun dari kereta api di ujung peron.

Ketika Asaka muncul, Yumi menoleh kepada Shinji. "Sambutlah dia,"

katanya.

Dengan kaget, Shinji berkata tergagap, "Apa maksudmu?"

"Shinji, sudah lama aku tahu bahwa aku bukan putri Matsutoya yang kau inginkan. Aku memperhatikan bagaimana kau bercanda dengan Asaka dalam acara Perayaan pesta bunga lalu." Dia mengangguk ke arah adiknya yang sedang menuruni tangga kereta. "Aku tahu bahwa dia, bukan aku, yang kauinginkan menjadi istrimu."

"Tapi..."

Yumi meletakkan jarinya pada bibir Shinji. "Ssstt," bisiknya. "Aku mencintaimu, Shinji. Aku selalu mencintaimu. Karena itu, yang kuinginkan hanya melihatmu bahagia. Sambutlah adikku." Shinji mengambil tangan yumi dari wajahnya dan menggenggamnya. Ketika Yumi menengadah, untuk pertama kalinya Shinji melihat betapa cantiknya gadis itu. Dia ingat ketika mereka berjalan-jalan di padang rumput, ingat malam-malam tenang yang mereka nikmati di depan perapian, ingat ketika Yumi membantunya mengisi karung-karung pasir. Ketika itulah dia menyadari apa yang sebenarnya selama berbulan-bulan telah tidak diketahuinya. "Tidak, Yumi. Engkaulah yang kuinginkan." Shinji merengkuh gadis itu ke dalam pelukannya dan mengecupnya dengan cinta yg tiba-tiba membuncah didalam dadanya. Keluarga mereka berkerumun mengelilingi mereka dan berseru-seru, "Kami datang untuk menghadiri pernikahan kalian!"

50 hal paling romantis buat cewek or cowok :
1. Mandangin matahari terbenam bareng
2. Saling berbisik
3. Masak buat doi
4. Jalan pas hujan
5. Pegangan tangan
6. Beliin kado/hadiah buat doi
7. Mawar
8. Cari cologne/parfum/wangi2an yang doi demenen, pake tiap kali bareng doi
9. Jalan bareng di pantai tengah malem
(jangan lupa bw jeket or sweater.. ntar masuk angin)
10. Tulisin puisi buat doi
11. Pelukan tuh obat yang umum buat doi
12. Bilang I love You, ngomongnya hanya pas lu emank bener lagi ngerasain hal itu en pastiin doi tau lu bener2 demen ama die
13. Kasih doi kado yang beda misalnya
bunga/permen/
puisi de el el (ih, boros amat ya..)
14. Ngomong ke doi bilang dia tuh satu2nya
orang
yang
lu mau. Jangan bo'ong!
15. Habiskan tiap detik bareng2 doi
16. Pandangin mata doi
17. Pas remang2 angkat dagu doi, pandangin
mata doi,
bilang ke doi lu sayang ama die. En---kiss doi
18. Pas lagi rame, saling gandengan
19. Selipin pesan yang nyatain lu sayang
ama die
pas
dia gak tau
20. Beliin doi cincin (nyang ini tidak
dianjurkan jika
tidak seriuss!!!)
21. Nyanyi bareng doi
22. Selalu pegang doi di sekitar pinggang
23. Bawa doi pegi makan bareng en makan
malem
bedua
24. Spaghetti? (pernah liat cewek dengan
petualangan?)
25. Pegang tangan doi, tatap mata doi, kiss
tangan doi
en simpen di ati lu
26. Dansa bareng doi
27. Gue demen pas doi sedang tidur yang
keliatan
tanpa
dosa di pangkuan gue
28. Lakukan hal yang manis misalnya tulis I
love
you
di kertas sampe doi bakal ngeliat cermin
buat baca
tulisan itu
29. Minta ijin buat nelpon doi tiap 5 menit
30. Pas lu lagi sibuk bikin sesuatu, tinggalin
buat
hubungi doi en ngomong gua sayang ama lu
31. Hubungi doi dari tempat kerja lu buat
ngomong
lu
lagi mikirin doi
32. Inget apa yang jadi cita2 lu en kasi tau doi
ttg
cita2 lu itu
33. Dengerin apa yang doi bilang en dukung
doi
34. Bilang ke doi rahasia/masalah yang lu
adepin
35. Kasih kesan yang baek ke ortu doi
36. Sisirin rambut doi dari wajah doi
37. Menggantungkan diri ke temen2 doi
38. sembayang bareng doi
39. Bawa doi pegi nonton film yang romantis
en
inget
bagian film yang doi demen
40. Saling mempelajari en jangan buat
kesalahan
yang
sama 2 kali
41. Buat kegembiraan yang lu rasain pas
waktu lu
cuma
bedua
42. Saling mau berkorban
43. Bener-bener saling menyayangi, ato gak
usah
tetep
bareng lagi
44. Enggak pernah ngelupain doi sedetik pun
selama
hari memberi, en pastiin doi tau hal itu
45. Sayangi diri sendiri dulu sebelom
sayangi orang
laen
46. Pelari bahasa laen buat ngomong hal
yang
manis
47. Kirimin lagu dari radio buat doi
48. Telpon bareng doi sampe tidur
49. Belain doi pas ada seseorang ngomong
kasar
ke doi
50. Gak pernah lupain ciuman selamat
malem. En
gak
pernah lupa ngomong "mimpi indah" ke doi